Kategori: Uncategorized

  • DPRD Lampung Dorong Jembatan Darurat Usai Minibus Terjun di Pugung

    DPRD Lampung Dorong Jembatan Darurat Usai Minibus Terjun di Pugung

    BANDAR LAMPUNG – Sekretaris Komisi IVDPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, meminta pemerintah bergerak cepat menyiapkan solusi jangka pendek berupa jembatan darurat menyusul kecelakaan minibus yang terjun ke sungai dari jembatan gantung di Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung,Kabupaten Tanggamus, Senin (9/2) sekitar pukul 18.00 WIB.

    Insiden tersebut melibatkan satu unit minibus yang mengangkut 18 penumpang. Dua orang dilaporkan dalam kondisi kritis, namun tidak ada korban jiwa. Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan badan kendaraan berada di sungai, sementara jembatan gantung tampak miring. Warga sekitar secara spontan bergotong royong mengevakuasi penumpang dan sopir dari dalam kendaraan.

    Yusnadi menilai respons warga patut diapresiasi, namun kejadian ini menegaskan perlunya langkah cepat pemerintah agar akses masyarakat tidak terputus. Menurutnya, jembatan gantung di sejumlah wilayah Lampung sudah tidak memadai untuk menahan beban kendaraan.

    “Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Sambil menunggu pembangunan permanen, pemerintah perlu segera menyiapkan jembatan darurat agar aktivitas warga tetap berjalan aman,” kata Yusnadi.

    Ia menjelaskan, skema pembangunan jembatan sementara sudah pernah diterapkan di beberapa daerah dan terbukti efektif menjaga konektivitas masyarakat. Langkah tersebut dinilai realistis untuk wilayah dengan keterbatasan anggaran namun memiliki tingkat mobilitas tinggi.

    Selain solusi darurat, Yusnadi mendorong pemetaan ulang seluruh jembatan gantung di Lampung, khususnya yang menjadi jalur utama warga. Pemeriksaan rutin dan penetapan batas penggunaan kendaraan dinilai penting untuk mencegah kecelakaan serupa.

  • Mikdar Ilyas Tegaskan Rekrutmen P3K di Program MBG Lewat Tes CAT, Bukan Otomatis

    Mikdar Ilyas Tegaskan Rekrutmen P3K di Program MBG Lewat Tes CAT, Bukan Otomatis

    BANDAR LAMPUNG – Anggota FraksiPartai GerindraDPRD Provinsi Lampung,Mikdar Ilyas, menegaskan bahwa rekrutmen pegawai melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara terbuka dan profesional melalui mekanisme tes Computer Assisted Test (CAT).

    Penegasan tersebut disampaikan Mikdar saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (9/2/2026), menanggapi pemberitaan yang menyebutkan setiap dapur MBG otomatis mengangkat tiga orang menjadi P3K.

    Menurut Mikdar, informasi tersebut perlu diluruskan karena pengangkatan P3K tidak dilakukan secara otomatis, melainkan harus melalui tahapan seleksi yang ketat.

    “Yang saya tahu, untuk bisa menjadi P3K harus mengikuti tes CAT. Bagi yang lulus barulah mendapat posisi dan SK sebagai P3K. Jadi bukan hanya pegawai di MBG saja, masyarakat umum pun jika lulus tes CAT di instansi mana pun bisa menjadi P3K,” ujarnya.

    Politisi senior Gerindra Lampung itu menjelaskan, dalam perencanaan ke depan memang terdapat tiga posisi strategis di dapur MBG yang akan menggunakan skema P3K, yakni kepala dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tenaga administrasi penting, dan ahli gizi. Namun hingga saat ini, baru posisi kepala SPPG yang telah mengikuti proses seleksi.

    “Sementara yang saya tahu baru kepala SPPG yang mengikuti tes. Itu pun hanya yang lulus. Kalau tidak lulus, tentu belum bisa diangkat. Tetap ada penyaringan,” tegasnya.

    Mikdar menilai keberadaan pegawai P3K di dapur MBG sangat penting untuk memastikan tata kelola program berjalan profesional dan berkelanjutan. Dengan status kepegawaian yang jelas, pengelolaan dapur gizi diyakini akan lebih optimal.

    “Kalau sudah P3K, ikatannya jelas. Ke depan kita yakin dapur ini akan dikelola secara profesional. Berbeda dengan kondisi sekarang, yang ikatannya belum jelas sehingga masih ada keinginan untuk pindah ke tempat kerja lain,” katanya.

    Ia optimistis pengangkatan P3K akan memberikan dampak positif, baik terhadap kualitas layanan gizi maupun stabilitas tenaga kerja.

    “Dengan status yang jelas, mereka bisa bekerja lebih fokus dan hati-hati. Dampaknya pasti bagus,” ujarnya.

    Selain itu, Mikdar juga menyoroti terbukanya peluang kerja baru melalui Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperluas lapangan pekerjaan.

    “Program ini membuka peluang kerja. Kalau sebelumnya tes CAT P3K hanya untuk dinas-dinas tertentu, sekarang sudah ada peluang di Badan Gizi Nasional dan dapur MBG. Tentu ini harus kita dukung,” tandasnya.

    Ia pun berharap ke depan kuota P3K di sektor gizi dapat terus ditambah demi kepentingan masyarakat dan masa depan generasi mendatang.

  • HPN 2026, Syukron Dorong Pers Perkuat Peran Edukasi dan Kontrol Publik

    HPN 2026, Syukron Dorong Pers Perkuat Peran Edukasi dan Kontrol Publik

    BANDAR LAMPUNG – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dinilai sebagai ajang refleksi penting bagi insan pers untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas dalam setiap karya jurnalistik. Sekretaris Fraksi PKSDPRD Provinsi Lampung, M Syukron Muchtar, menegaskan pers memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah dan legislatif, sekaligus jembatan informasi bagi masyarakat.

    Syukron menilai, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital, pers dituntut semakin profesional, berimbang, serta konsisten berpegang pada kode etik jurnalistik.

    “Pers harus semakin profesional dalam menyajikan berita. Bukan hanya cepat, tetapi juga akurat, mendidik, dan mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat,” ujar anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung itu, Senin (9/2) malam.

    Menurutnya, pemberitaan yang edukatif dan informatif tidak hanya memenuhi kebutuhan publik akan informasi, tetapi juga berperan membangun kesadaran kolektif serta mendorong kemajuan daerah.

    Ia menegaskan, pers merupakan mitra strategis pemerintah dan DPRD dalam menyampaikan program, mengawal kebijakan, serta

    “Pers adalah mitra terbaik pemerintah dan DPRD. Kritik yang disampaikan secara objektif dan berimbang merupakan vitamin bagi demokrasi,” tegasnya.

    Syukron berharap, HPN 2026 menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan sinergi yang sehat, pemberitaan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrol sosial, tetapi juga menjadi energi positif bagi pembangunanProvinsi Lampung

  • Tondi Ajak Warga Gadingrejo Amalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    Tondi Ajak Warga Gadingrejo Amalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    PRINGSEWU – AnggotaDPRD Provinsi Lampung,Tondi Muammar Gaddafi Nasution, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (8/2/2026).

    Kegiatan tersebut merupakan program resmi DPRD Provinsi Lampung yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.

    Dalam sambutannya, Tondi menyampaikan bahwa kehadirannya di Gadingrejo tidak semata menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat.

    “Paling tidak, yang sudah lama tidak pernah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, hari ini bisa kita nyanyikan bersama-sama. Begitu juga dengan naskah Pancasila, kita ucapkan bersama. Ini hikmah dari pertemuan hari ini,” ujar Tondi.

    Anggota FraksiPartai GolkarDPRD Lampung itu menjelaskan bahwa sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan merupakan salah satu agenda yang diembannya dari lembaga legislatif. Namun, ia menegaskan esensi utama dari pertemuan tersebut adalah membangun kedekatan dengan masyarakat.

    “Yang paling penting, saya hadir ke sini ingin bersilaturahmi dengan Bapak Ibu sekalian, menambah kawan dan menambah saudara,” katanya.

    Tondi juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut, jalinan kekeluargaan dengan masyarakat Gadingrejo semakin luas. Ia berharap hubungan yang terbangun tidak hanya bersifat formal, tetapi juga berkelanjutan.

    “Dulu mungkin saya hanya mengenal beberapa orang saja. Sekarang alhamdulillah bisa menambah keluarga dan saudara di Gadingrejo,” ujarnya.

    Terkait materi sosialisasi, Tondi menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila dari sila pertama hingga sila kelima harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

    “Pancasila itu sebenarnya sudah hidup di tengah masyarakat. Tinggal bagaimana kita menjaga dan mengamalkannya secara konsisten,” jelasnya.

    Ia berharap pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat menjadi budaya di tengah masyarakat Gadingrejo dan wilayah Pringsewu secara umum.

    “Saya sangat berharap nilai-nilai Pancasila benar-benar membudaya di masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Pekon Gadingrejo, Sariman, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai pembinaan ideologi Pancasila penting untuk memperkuat persatuan dan keadilan sosial di lingkungan masyarakat.

    Menurut Sariman, Pancasila sebagai dasar negara tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus dipahami, dihormati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sosial.

    “Tadi kita sudah membaca Pancasila bersama. Ini dasar negara Republik Indonesia yang harus kita pahami, hormati, dan amalkan,” ujarnya.

    Ia juga menyinggung sila kelima Pancasila tentang keadilan sosial yang menurutnya masih menjadi tantangan dalam penerapannya. Namun, Sariman menekankan bahwa keadilan tidak selalu berarti pemerataan yang sama di setiap wilayah. (*)

  • Lewat Sosialisasi Pancasila, Tondi Nasution Bangun Kedekatan dengan Warga Gadingrejo

    Lewat Sosialisasi Pancasila, Tondi Nasution Bangun Kedekatan dengan Warga Gadingrejo

    PRINGSEWU – AnggotaDPRD Provinsi Lampung,Tondi Muammar Gaddafi Nasution, memanfaatkan momentum Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebagai sarana membangun kedekatan emosional dengan masyarakat Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (8/2/2026).

    Kegiatan resmi DPRD Provinsi Lampung tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi kebangsaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi langsung antara wakil rakyat dan konstituennya. Tondi menilai, penguatan ideologi Pancasila akan lebih bermakna jika dibarengi dengan silaturahmi dan komunikasi yang terbuka.

    “Yang terpenting dari pertemuan ini bukan hanya materinya, tetapi silaturahmi. Kita bisa saling mengenal, menambah saudara, dan memperkuat kebersamaan,” ujar Tondi.

    Anggota FraksiPartai GolkarDPRD Lampung itu menyebut, kebiasaan menyanyikan Lagu Indonesia Raya serta mengucapkan Pancasila bersama menjadi simbol penguatan rasa kebangsaan yang mulai jarang dilakukan di tengah masyarakat.

    “Hal-hal sederhana seperti ini justru penting untuk mengingatkan kita pada jati diri sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

    Dalam pemaparannya, Tondi menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen negara, melainkan nilai yang telah hidup dalam keseharian masyarakat. Tantangannya, menurut dia, adalah menjaga konsistensi pengamalan nilai-nilai tersebut di tengah perubahan sosial.

    “Pancasila itu sudah ada dalam kehidupan kita. Tinggal bagaimana kita menjaga dan mengamalkannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Pekon Gadingrejo, Sariman, menilai kegiatan sosialisasi tersebut memberikan ruang dialog yang positif antara masyarakat dan wakil rakyat. Ia berharap, kegiatan serupa terus dilaksanakan agar nilai-nilai kebangsaan tetap terjaga sekaligus aspirasi warga dapat tersampaikan secara langsung.

  • Mustika Bahrum Perkuat Wawasan Kebangsaan Warga Parerejo Lewat Pembinaan Ideologi Pancasila

    Mustika Bahrum Perkuat Wawasan Kebangsaan Warga Parerejo Lewat Pembinaan Ideologi Pancasila

    PRINGSEWU – AnggotaDPRD Provinsi Lampung,Mustika Bahrum, kembali turun ke masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (8/2/2026).

    Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Mustika menegaskan, Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

    Menurut Mustika, nilai-nilai Pancasila yang dirumuskan para pendiri bangsa telah mengakomodasi seluruh golongan, agama, ras, dan suku bangsa. Oleh karena itu, pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci untuk menjaga keutuhan bangsa.

    “Pancasila lahir dari kultur bangsa Indonesia dan mengakomodir semua golongan. Tidak ada alasan untuk meragukan Pancasila sebagai pedoman hidup bersama,” ujarnya.

    Anggota Komisi I DPRD Lampung itu juga menekankan pentingnya pemahaman substansial, tidak hanya seremonial, terhadap ideologi Pancasila. Ia mengajak masyarakat membaca dan memahami buku panduan yang dibagikan agar nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Tolong dibaca dan dipahami buku panduan ini. Supaya dalam kehidupan sosial kita tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila,” katanya.

    Selain memberikan penguatan ideologi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi serta kondisi sosial yang mereka hadapi di tingkat pekon.

    Kepala Pekon Parerejo, Muhadi, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai pembinaan ideologi Pancasila sangat dibutuhkan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai sarana peningkatan wawasan kebangsaan.

    “Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat semakin memahami ideologi Pancasila dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Mustika Bahrum menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat sekaligus memastikan aspirasi warga di tingkat akar rumput tersampaikan ke tingkat yang lebih tinggi.

  • Mustika Bahrum Tekankan Silaturahmi dan Pengamalan Pancasila di Parerejo

    Mustika Bahrum Tekankan Silaturahmi dan Pengamalan Pancasila di Parerejo

    PRINGSEWU – AnggotaDPRD Provinsi Lampung,Mustika Bahrum, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu (8/2/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, Mustika yang juga merupakan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung menegaskan pentingnya silaturahmi serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak semata agenda formal, melainkan menjadi momen mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat.

    “Tatap muka hari ini adalah momen silaturahmi. Hikmahnya bisa memperpanjang umur dan menambah rezeki. Yang tadinya tidak mengenal Mustika Bahrum, hari ini kita bisa saling tatap muka dan saling mengenal,” ujarnya.

    Mustika juga menegaskan bahwa kehadirannya di Parerejo memiliki makna tersendiri karena dirinya merupakan putra daerah Way Lima. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai ajang bersilaturahmi dengan keluarga besar di wilayah setempat.

    “Saya ini asli putra daerah Way Lima. Jadi hari ini saya bersilaturahmi dengan keluarga di Parerejo, Gadingrejo,” katanya.

    Pada kesempatan itu, Mustika mengingatkan warga agar membaca dan memahami buku panduan yang dibagikan dalam kegiatan sosialisasi. Ia menilai buku tersebut penting sebagai dasar dan landasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

    “Tolong dibaca dan dipahami buku panduan yang dibagikan. Itu penting, supaya dalam hidup bermasyarakat kita tidak lepas dari nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam sila-silanya,” ujarnya.

     

    Mustika Bahrum yang juga menyandang gelar adat Suntan Pengayom Makhga menjelaskan bahwa Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dengan berlandaskan kultur Indonesia. Nilai-nilai Pancasila, kata dia, mengakomodasi seluruh golongan, agama, ras, dan suku yang ada di Tanah Air.

    “Pancasila lahir dari para pendiri bangsa yang tidak lari dari kultur wilayah Indonesia dan mengakomodir semua golongan, agama, ras, dan suku,” tegasnya.

    Ia menambahkan, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk ragu dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Tidak ada keraguan bagi kita untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, karena sudah jelas mengakomodir semuanya,” pungkasnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Pekon Parerejo, Muhadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Mustika Bahrum kepada masyarakatnya. Ia menyebut kegiatan sosialisasi tersebut telah dua kali dilaksanakan di Pekon Parerejo.

    “Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan di hadapan kami. Ini merupakan bentuk perhatian beliau kepada masyarakat Parerejo,” ujar Muhadi.

    Muhadi berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ideologi Pancasila serta mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap aspirasi masyarakat di tingkat pekon dapat tersampaikan hingga ke tingkat kabupaten dan provinsi.

    Sementara itu, dalam paparannya, Mustika kembali menekankan pentingnya menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.

  • DPRD Lampung Kritik Layanan Dermaga Eksekutif ASDP

    DPRD Lampung Kritik Layanan Dermaga Eksekutif ASDP

    BANDAR LAMPUNG – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, menyampaikan aspirasi sekaligus kritik terhadap PT ASDP Indonesia Ferry terkait pelayanan dermaga eksekutif pada lintasan Merak–Bakauheni, Jumat malam (6/2/2026).

    Budiman mengungkapkan, selama berada di atas kapal, banyak pengguna jasa mengeluhkan lamanya waktu sandar. Waktu tempuh penyeberangan dermaga eksekutif yang semestinya sekitar 1 jam 30 menit justru molor hingga 2 jam 30 menit. Bahkan, kapal sempat menunggu cukup lama di tengah laut sebelum akhirnya bersandar.

    “Saya tanyakan kepada petugas, alasannya karena masih menunggu kapal lain keluar dari dermaga. Ini jelas bukan standar pelayanan eksekutif,” kata Budiman, Sabtu (7/2/2026).

    Politisi Partai Demokrat ini menilai, kapal eksekutif seharusnya dapat langsung sandar tanpa harus menunggu lama. Jika dermaga belum siap karena masih digunakan kapal lain, maka pelayanan tersebut tidak ada bedanya dengan kapal reguler, padahal tarif penyeberangan eksekutif jauh lebih mahal.

    “Kalau namanya eksekutif, begitu kapal datang, dermaga harus sudah siap. Bukan malah menunggu di tengah laut. Apalagi ini bukan musim libur panjang. Kasihan masyarakat yang membawa anak kecil atau memiliki keperluan mendesak sehingga memilih jasa eksekutif,” ujarnya.

    Selain persoalan waktu tunggu, Budiman juga menyoroti fasilitas kapal eksekutif yang dinilai tidak mencerminkan layanan premium. Menurutnya, kondisi kapal lebih terlihat sekadar dicat ulang tanpa peningkatan fasilitas yang signifikan.

    “Bahkan kendaraan pribadi dicampur dengan truk. Ini jelas menyalahi standar pelayanan kapal eksekutif,” katanya.

    Budiman berharap PT ASDP Indonesia Ferry segera melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh, khususnya terkait manajemen sandar dan waktu tempuh, terlebih menjelang masa libur panjang Hari Raya.

    “Masih ada waktu lebih dari sebulan. Saya berharap ASDP benar-benar membenahi pelayanan. Jangan sampai masyarakat dirugikan, apalagi yang membawa bayi dan anak-anak. Pelayanan harus sesuai komitmen, yakni 1 jam 30 menit. Kalau dermaga belum siap, seharusnya diantisipasi dengan manajemen yang matang, mengingat selisih tarif eksekutif dan reguler cukup signifikan,” pungkasnya.

     

  • Reza Berawi Ajak KWT Sukaraja Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    Reza Berawi Ajak KWT Sukaraja Amalkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

    PESAWARAN – AnggotaDPRD Provinsi Lampung,Mohammad Reza Berawi, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di hadapan warga yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sukaraja, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (7/2/2026).

    Dalam sambutannya, Reza berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi masyarakat Desa Sukaraja, khususnya para peserta yang hadir.

    “Mudah-mudahan pertemuan kali ini mendapat keberkahan bagi masyarakat Sukaraja, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.

    Anggota FraksiPartai GerindraDPRD Provinsi Lampung itu menjelaskan, saat ini dirinya mendapat amanah sebagai anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan. Ia menuturkan, seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung memiliki tanggung jawab untuk turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan sosialisasi Pancasila.

    “Sebanyak 85 anggota DPRD Provinsi Lampung secara bersama-sama ditugaskan untuk bertemu masyarakat di daerah pemilihan masing-masing melalui sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila,” jelasnya.

    Reza menambahkan, materi Pancasila dalam kegiatan tersebut akan disampaikan oleh dua narasumber yang kompeten di bidangnya, sehingga diharapkan dapat dipahami secara utuh oleh seluruh peserta.

    “Materi akan disampaikan oleh narasumber yang memiliki kompetensi, sehingga mudah dipahami dan bisa diamalkan,” katanya.

     

    Ia pun mengajak para ibu KWT Desa Sukaraja untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dengan sungguh-sungguh agar nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Ini kesempatan bagi Bapak dan Ibu untuk mengikuti sosialisasi dengan baik, sehingga nilai-nilai Pancasila bisa diamalkan secara utuh dan benar,” ujarnya.

    Menurut Reza, penguatan nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membangun tatanan keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas.

    “Nilai Pancasila sangat penting untuk menciptakan kehidupan keluarga dan masyarakat yang rukun, aman, damai, serta bermartabat,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Sukaraja yang diwakili Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Firman, menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran Mohammad Reza Berawi di Desa Sukaraja.

    “Selamat datang di Desa Sukaraja. Alhamdulillah, kami baru saja menyelesaikan pesta demokrasi desa dengan baik dan berjalan lancar,” ujar Firman.

    Ia menambahkan, kehadiran Reza Berawi di Desa Sukaraja bukanlah hal yang asing dan dinilai sebagai bentuk silaturahmi yang membanggakan bagi masyarakat setempat.

  • Sekretaris DPRD Lampung Siap Merumput di Turnamen Minisoccer IJP

    Sekretaris DPRD Lampung Siap Merumput di Turnamen Minisoccer IJP

    BANDAR LAMPUNG – Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, Descatama Paksi Moeda, menyatakan kesiapan untuk hadir sekaligus ambil bagian dalam turnamen minisoccer yang digelar Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung, sekaligus launching IJP FC.

    Descatama mengungkapkan, kegiatan olahraga semacam ini penting untuk mendorong gaya hidup aktif di tengah padatnya agenda kerja pemerintahan. Ia mengaku memiliki hobi olahraga, khususnya jogging, dan siap turun langsung merumput menghadapi tim IJP FC.

    “Saya akan hadir dan mencetak gol ke gawang IJP FC,” ujar Descatama, Jumat (7/2/2026).

    Menurutnya, olahraga sangat penting untuk menjaga kebugaran, terlebih di tengah rutinitas kerja yang padat di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Ia pun mendorong jajaran OPD untuk meluangkan waktu berolahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat.

    “Minisoccer ini sangat positif. Selain menjaga kebugaran, kehadiran IJP FC juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi antara OPD pemerintahan dan insan pers di Lampung,” katanya.

    Sementara itu, Ketua IJP Lampung Abung Mamasa melalui Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, Rio Fauzul, menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekretaris DPRD Lampung terhadap agenda tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan support Sekretaris DPRD Lampung terhadap kegiatan IJP. Ini menjadi semangat bagi kami untuk menyukseskan acara,” ujar Rio.

    Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye hidup aktif sekaligus memperkuat sinergi positif antara insan pers dan pemerintah demi terwujudnya masyarakat Lampung yang lebih sehat dan produktif.

    Diketahui, launching IJP FC dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Subanus X Soccer Field. Kegiatan ini akan dirangkai dengan turnamen minisoccer yang melibatkan berbagai tim, termasuk tim Gubernur Lampung bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).