{"id":471,"date":"2026-02-11T13:40:24","date_gmt":"2026-02-11T13:40:24","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaedukasi.net\/?p=471"},"modified":"2026-02-23T17:42:25","modified_gmt":"2026-02-23T17:42:25","slug":"sekretaris-komisi-iv-dprd-penerbangan-lampung-malaysia-harus-jadi-motor-ekonomi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaedukasi.net\/?p=471","title":{"rendered":"Sekretaris Komisi IV DPRD: Penerbangan Lampung\u2013Malaysia Harus Jadi Motor Ekonomi Daerah"},"content":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG \u2013 Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas dibukanya penerbangan internasional perdana rute Lampung\u2013Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Raden Inten II yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12\/2\/2026).<\/p>\n<p>Penerbangan internasional perdana (inaugural flight) tersebut akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB dari Bandara Raden Inten II menuju Kuala Lumpur.<\/p>\n<p>Yusnadi menilai langkah ini sebagai terobosan penting yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung dalam menghidupkan kembali konektivitas penerbangan internasional dari Bandara Raden Inten II. Namun demikian, ia mengingatkan agar penerbangan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni semata.<\/p>\n<p>\u201cKami ucapkan selamat kepada Dinas Perhubungan yang sudah melakukan terobosan sehingga penerbangan internasional Lampung\u2013Malaysia ini bisa terwujud. Tapi jangan sampai ini hanya seremonial atau hanya sekali terbang, mengingat sebelumnya pernah ada penerbangan serupa yang akhirnya berhenti,\u201d kata Yusnadi, Rabu (11\/2\/2026).<\/p>\n<p>Menurutnya, rute Lampung\u2013Malaysia merupakan pintu strategis yang harus dijaga keberlangsungannya agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai Provinsi Lampung memiliki potensi besar di sektor pariwisata, baik wisata alam, religi, budaya, maupun kuliner, termasuk komoditas unggulan hasil bumi yang layak dipromosikan ke pasar internasional.<\/p>\n<p>\u201cKalau ini dijaga dan berjalan rutin, penerbangan Lampung\u2013Malaysia bisa menjadi kunci mendatangkan wisatawan, pelaku usaha, hingga investor. Ini bukan tujuan akhir, tetapi sarana konektivitas ke negara lain di kawasan Asia Tenggara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Yusnadi menekankan bahwa penerbangan reguler tidak hanya berfungsi sebagai angkutan penumpang, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).<\/p>\n<p>Untuk itu, ia menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, Angkasa Pura selaku pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan guna memastikan keberlanjutan rute internasional tersebut.<\/p>\n<p>\u201cTugas pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan adalah memastikan penerbangan ini tidak berhenti di tengah jalan. Harus ada kesinambungan kebijakan, promosi wisata yang berkelanjutan, perbaikan destinasi, serta dukungan agar maskapai tetap sehat secara ekonomi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Yusnadi juga mendorong dukungan terhadap rencana pembukaan penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II. Ia menilai jumlah jemaah umrah asal Lampung cukup besar sehingga berpotensi meningkatkan PAD sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG \u2013 Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas dibukanya penerbangan internasional perdana rute Lampung\u2013Kuala Lumpur, Malaysia, melalui Bandara Raden Inten II yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12\/2\/2026). Penerbangan internasional perdana (inaugural flight) tersebut akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB dari Bandara Raden Inten II [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":474,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-471","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/471","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=471"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":475,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/471\/revisions\/475"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/474"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=471"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=471"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=471"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}