{"id":102,"date":"2026-02-02T13:35:41","date_gmt":"2026-02-02T13:35:41","guid":{"rendered":"https:\/\/wartaedukasi.net\/?p=102"},"modified":"2026-02-23T11:40:19","modified_gmt":"2026-02-23T11:40:19","slug":"budhi-condrowati-minta-porsi-makanan-dan-limbah-program-mbg-dikelola-sesuai-sop","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wartaedukasi.net\/?p=102","title":{"rendered":"Budhi Condrowati Minta Porsi Makanan dan Limbah Program MBG Dikelola Sesuai SOP"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">BANDAR LAMPUNG \u2013 Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Menurut Condro, secara konsep MBG merupakan program yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tanpa pengawasan serius, potensi penyimpangan, termasuk korupsi, bisa terjadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">\u201cMBG itu program bagus, tapi harus kita kawal bareng-bareng. Tugas DPRD kan pengawasan. Misalnya harga per porsi Rp15 ribu, sudah ada rinciannya sekian ribu untuk lauk, sekian ribu untuk yang lain. Itu harus benar-benar sesuai,\u201d ujar Condro, Senin (2\/2\/2026).<\/p>\n<p>Ia mencontohkan, porsi lauk ikan yang seharusnya bernilai Rp4 ribu dengan berat sekitar 50 gram tidak boleh dikurangi.<\/p>\n<p>\u201cJangan ikan yang harusnya tiga jari jadi dua jari. Itu nggak pas. Di situ sudah ada nilai korupsi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain soal porsi dan anggaran, politisi PDIP itu juga menyoroti persoalan limbah dapur MBG yang dinilainya belum dikelola secara optimal. Ia menilai pengelolaan limbah harus dipikirkan secara matang agar tidak menimbulkan dampak lingkungan dan gangguan bagi masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cMasalah limbah ini penting. Saya di rumah tangga saja bikin sumur resapan sendiri supaya tidak bau dan tidak ganggu tetangga. MBG harusnya jauh lebih serius,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Condro mengungkapkan adanya laporan pembuangan limbah salah satu dapur MBG ke saluran drainase. Meski telah dimediasi, persoalan tersebut disebut belum sepenuhnya tuntas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cJangan cuma satu dapur yang diperiksa. Semua harus diperiksa supaya adil,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia juga menyinggung kasus di Tiyuh Kagungan Ratu, Kabupaten Tulangbawang Barat, yang sempat memicu polemik hingga Ketua Komisi I DPRD turun langsung ke lapangan. Selain limbah, Budhi meminta agar persoalan perizinan dapur MBG yang belum rampung turut ditertibkan.<\/p>\n<p>\u201cKalau izin belum selesai, itu juga harus dibereskan. Intinya MBG harus berjalan sesuai SOP,\u201d tandasnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Budhi turut menyoroti program Pupuk Organik Cair (POC) yang digagas Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia menilai program tersebut sangat strategis dan bermanfaat bagi ketahanan pangan.<\/p>\n<p>\u201cSudah ada sekitar 500 desa yang ikut program POC. Satu desa saja bisa 300 hektare sawah. POC ini bisa dipakai bukan cuma untuk padi, tapi juga palawija, jagung, cabai, dan lainnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, jika limbah MBG diintegrasikan dengan program POC maka akan memberikan manfaat yang maksimal<\/p>\n<p>\u201cLimbah dapur itu sebenarnya bisa diolah jadi pupuk cair. Saya di rumah juga begitu. Harusnya limbah MBG dibuat seperti itu, bukan dibuang ke irigasi atau drainase,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan, meski limbah terlihat tidak berbau dalam jangka pendek, dampak lingkungan akan muncul jika tidak dikelola dengan benar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDAR LAMPUNG \u2013 Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Budhi Condrowati, menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan. Menurut Condro, secara konsep MBG merupakan program yang sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, tanpa pengawasan serius, potensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":105,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-102","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=102"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions\/106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/105"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wartaedukasi.net\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}